Perencanaan Recovery Penambangan mineral atau batubara dilaksanakan oleh pemegang IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi pada saat menyusun dokumen studi kelayakan, yaitu pada saat melakukan estirnasi cadangan dan perencanaan penambangan mineral atau batubara. Dalam menyusun dokumen studi kelayakan tersebut, pemegang IUP Eksplorasi dan IUPK Eksplorasi memperhitungkan Recovery Penambangan yang optimal, sebagai berikut:

1. Tambang Terbuka

a. Recovery Penambangan yang optimal untuk mineral dengan metode tambang terbuka, paling sedikit 90% (sembilan puluh persen) dengan dilengkapi penjelasan:

1) pemilihan peralatan penambangan yang sesuai dengan karakteristik endapan mineral;

2) penerapan COG yang dapat mengoptimalkan seluruh bijih kadar rendah pada saat estimasi cadangan termasuk mempertimbangkan kehilangan karena model geologi (geological losses) dan kehilangan akibat proses perencanaan geoteknik (geotechnical losses); dan

3) rencana pengendalian kehilangan (losses) dan Dilusi yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan penambangan.

b. Recovery Penambangan yang optimal untuk batubara dengan metode tambang terbuka, paling sedikit 90% (sembilan puluh persen) dengan dilengkapi penjelasan:

1) pemilihan peraJatan penambangan yang sesuai dengan karakteristik endapan batubara;
2) penerapan COT paling sedikit 30cm {tiga puluh sentimeter) pada saat estimasi cadangan termasuk mempertimbangkan kehilangan karena model geologi (geological losses) dan kehilangan akibat proses perencanaan geoteknik (geotechnical losses); dan

3) rencana pengendalian kehilangan (losses) dan Dilusi yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan penambangan.

2. Tambang Bawah Tanah. 

a. Recovery Penambangan yang optimal untuk mineral dengan metode tambang bawah tanah, paling sedikit 70% (tujuh puluh persen) dengan dilengkapi penjelasan:

1) pemilihan peralatan penambangan yang sesuai dengan karakteristik endapan mineral;

2) penerapan COG sesuai dengan spesifikasi dan karakteristik operasional peralatan tambang (alat gali) yang digunakan untuk mengambil mineral (mineral getting); dan

3) rencana pengendalian kehilangan (losses) dan Dilusi.

b. Recovery Penambangan yang optimal untuk batubara dengan metode tambang bawah tanah, paling sedikit 70% (tujuh puluh persen) dengan dilengkapi penjelasan:

1) pemilihan peralatan penambangan yang sesuai dengan karakteristik endapan batubara;

2) metode penambangan bawah tanah yang digunakan;

3) penerapan COT sesuai dengan spesifikasi dan karakteristik operasional peralatan tambang atau alat gali yang digunakan untuk mengambil batubara (coal getting); dan

4) rencana pengendalian kehilangan (losses) dan Dilusi.